Tidak ada yang tau, mengapa luka itu kembali menganga, dan tidak ada yang mau mengerti kalau luka itu akan selalu terasa. Upssss....pasti salah sangka. Obati luka dengan cinta, obati rasa dengan tinta.
Suatu hari gelisah itu datang, menyelinap masuk menembus batas-batas kasar, ocehan anak-anak senja itu sekarang sudah tidak terdengar lagi, semuanya menghilang bagai ditelan bumi, pun tidak ada satupun yang mengerti, tanpa ada kata, hanya diam seribu bahasa.
Adakah cinta sebenarnya dihatinya, ataukah cinta itu telah sirna bersama kesabaran dan haranpan adinda. sampai sekarang luka itu masih terasa dan terasa masih menganga. Semoga ada obat untuknya.
Coba tengok, seberkas sinar besar memancar dikeheningan malam demi sebuah harapan yang nantinya indah menyala, bagaikan kobaran api yang darinya hanya temeram kecil. Itulah gambaran sebuah semangat, untuk selalu memulai suatu harapan dengan usaha keras pantang menyerah bagaikan dari titik api muncul kobran.
Hai diri yang terluka, obati dengan cinta.
Hai jiwa yang mati rasa, obati dengan tinta, supaya dunia mau mendengar dan mengikuti jejak kita. Sebarkan da'wah lewat pena, lewat tangan kreatif-mungil untuk memuja.
Salam dari kami semua, salam melalui pena.
aku harap ada senyum dilain sapa.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar