Ini adalah CUPLIKAN dari PROPOSAL MUNAS FLP II yang akan dilangsungkan Surakarta 3-5 Juli 2009, bertemakan "Sastra, Obat Luka-Luka Bangsa
... ...
“Forum Lingkar Pena sangat fenomenal. FLP adalah hadiah Tuhan untuk Indonesia” (Taufiq Ismail).
Ungkapan Taufiq Ismail kami rasa tidak berlebihan. Dibandingkan dengan Negara-negara di Asia Tenggara lainnya, jumlah penulis di Indonesia-sebagaimana jumlah pertumbuhan penduduknya-sangat besar. Pada dekade terakhir Indonesia diramaikan oleh munculnya penulis-penulis muda berusia di bawah 30 tahun serta maraknya pertumbuhan kantong-kantong sastra di kota-kota di Indonesia.
Salah satu yang dianggap fenomenal adalah munculnya Forum Lingkar Pena (FLP), tahun 1997. Dalam waktu yang relatif singkat, organisasi yang memiliki cabang di hampir 30 propinsi dan di mancanegara ini telah beranggotakan lebih dari 5000 orang, hampir 70% anggotanya adalah perempuan. Dari jumlah ini, 500 di antaranya menulis secara aktif di berbagai media masa. Mereka berusaha membina 4500 anggota FLP lainnya untuk menjadi penulis pula! Selama dua belas tahun sejak berdiri, organisasi penulis ini telah menerbitkan lebih dari 500 buku yang sebagian besar terdiri dari karya sastra serius, fiksi remaja, dan cerita anak. Tidak ada lembaga yang mensponsori FLP. Kemandirian ini memungkinkan menulis sesuai kata hati. Koran Tempo, salah satu media paling berwibawa di Indonesia, menyebut FLP sebagi sebuah “Pabrik Penulis Cerita!”
Suatu hal yang menggembirakan, dari ratusan buku berlogo FLP yang diterbitkan oleh puluhan penerbit mitra, ternyata rata-rata berisi cerita-cerita yang memotivasi, sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh David McClelland tersebut. Jadi, dengan jaringan yang luas, anggota yang banyak, serta produktivitas yang tinggi, tak berlebihan jika FLP memiliki kesempatan emas untuk memperbaiki negeri ini, lewat gerakan sastra motivasi. Namun, untuk itu diperlukan upaya pembenahan internal, penyatuan visi, dan selanjutnya perumusan gerak nyata sehingga di umurnya yang ke dua belas ini FLP lebih optimal dalam memberikan sesuatu yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Pada dan melalui Musyawarah Nasional II inilah, FLP akan semakin mengukuhkan gerakannya untuk bangsa Indonesia.
"Semoga suatu saat FLP untuk DUNIA"
Label: INPO
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar