Tidak ada yang tau, mengapa luka itu kembali menganga, dan tidak ada yang mau mengerti kalau luka itu akan selalu terasa. Upssss....pasti salah sangka. Obati luka dengan cinta, obati rasa dengan tinta.
Suatu hari gelisah itu datang, menyelinap masuk menembus batas-batas kasar, ocehan anak-anak senja itu sekarang sudah tidak terdengar lagi, semuanya menghilang bagai ditelan bumi, pun tidak ada satupun yang mengerti, tanpa ada kata, hanya diam seribu bahasa.
Adakah cinta sebenarnya dihatinya, ataukah cinta itu telah sirna bersama kesabaran dan haranpan adinda. sampai sekarang luka itu masih terasa dan terasa masih menganga. Semoga ada obat untuknya.
Coba tengok, seberkas sinar besar memancar dikeheningan malam demi sebuah harapan yang nantinya indah menyala, bagaikan kobaran api yang darinya hanya temeram kecil. Itulah gambaran sebuah semangat, untuk selalu memulai suatu harapan dengan usaha keras pantang menyerah bagaikan dari titik api muncul kobran.
Hai diri yang terluka, obati dengan cinta.
Hai jiwa yang mati rasa, obati dengan tinta, supaya dunia mau mendengar dan mengikuti jejak kita. Sebarkan da'wah lewat pena, lewat tangan kreatif-mungil untuk memuja.
Salam dari kami semua, salam melalui pena.
aku harap ada senyum dilain sapa.
proses untuk bisa menghaslkan karya dan merangkul setiap jiwa-jiwa kosong, jiwa yang mengharapkan belaian kasih dari alam. Inilah memang ketika kekosongan itu menyelinap dan mengelisahkan.Setidaknya inilah usaha untuk mengisi jiwa yang kosong tersebut, dengan bergabung, mencicipi suatu hal yang baru, yang mestinya harus ada untuk sebuah perjalinan sekanca atau teman handaitolan.
Lewat Gresik For FLP on FACEBOOK, kita ikat sebuah petemanan itu, mari berkarya, menciptakan suasana dan dunia, mengisi hati untuk sebuah cinta, menyambung lidah dengan karya untuk dunia. Lewat FLP kita bangun pesan-pesan ukhuwah dan da'wah, merajut kasih lewat media.
Kita tau bahwa, dahwah yang paling digemari adalah lewat tulis-baca islami, maka dari itu dengan semangat tersebut kami akan mewujudkan suatu keinginan utnuk menjadi yang terbaik, untuk sekarang, besok dan nanti demi masyarakat dunia yang lebih baik.
Ini adalah CUPLIKAN dari PROPOSAL MUNAS FLP II yang akan dilangsungkan Surakarta 3-5 Juli 2009, bertemakan "Sastra, Obat Luka-Luka Bangsa
... ...
“Forum Lingkar Pena sangat fenomenal. FLP adalah hadiah Tuhan untuk Indonesia” (Taufiq Ismail).
Ungkapan Taufiq Ismail kami rasa tidak berlebihan. Dibandingkan dengan Negara-negara di Asia Tenggara lainnya, jumlah penulis di Indonesia-sebagaimana jumlah pertumbuhan penduduknya-sangat besar. Pada dekade terakhir Indonesia diramaikan oleh munculnya penulis-penulis muda berusia di bawah 30 tahun serta maraknya pertumbuhan kantong-kantong sastra di kota-kota di Indonesia.
Salah satu yang dianggap fenomenal adalah munculnya Forum Lingkar Pena (FLP), tahun 1997. Dalam waktu yang relatif singkat, organisasi yang memiliki cabang di hampir 30 propinsi dan di mancanegara ini telah beranggotakan lebih dari 5000 orang, hampir 70% anggotanya adalah perempuan. Dari jumlah ini, 500 di antaranya menulis secara aktif di berbagai media masa. Mereka berusaha membina 4500 anggota FLP lainnya untuk menjadi penulis pula! Selama dua belas tahun sejak berdiri, organisasi penulis ini telah menerbitkan lebih dari 500 buku yang sebagian besar terdiri dari karya sastra serius, fiksi remaja, dan cerita anak. Tidak ada lembaga yang mensponsori FLP. Kemandirian ini memungkinkan menulis sesuai kata hati. Koran Tempo, salah satu media paling berwibawa di Indonesia, menyebut FLP sebagi sebuah “Pabrik Penulis Cerita!”
Suatu hal yang menggembirakan, dari ratusan buku berlogo FLP yang diterbitkan oleh puluhan penerbit mitra, ternyata rata-rata berisi cerita-cerita yang memotivasi, sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh David McClelland tersebut. Jadi, dengan jaringan yang luas, anggota yang banyak, serta produktivitas yang tinggi, tak berlebihan jika FLP memiliki kesempatan emas untuk memperbaiki negeri ini, lewat gerakan sastra motivasi. Namun, untuk itu diperlukan upaya pembenahan internal, penyatuan visi, dan selanjutnya perumusan gerak nyata sehingga di umurnya yang ke dua belas ini FLP lebih optimal dalam memberikan sesuatu yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Pada dan melalui Musyawarah Nasional II inilah, FLP akan semakin mengukuhkan gerakannya untuk bangsa Indonesia.
"Semoga suatu saat FLP untuk DUNIA"
0
komentar
Link ke posting ini
Label: INPO

Dengan sebuah ide akhirnya munsul hal yang baru...
itu sih kalo emang boleh dibilang baru, tapi tidak etis kalo dibilang baru. cukup di bilang meniru sesuatu yang baru dan mengharap aad hal yang baru yang dapat ditiru (mudeng ngak, sahabat...?).
Sori aja emang bahasaku kaya' gini, sering mBuat orang nGak mudeng. nGak usah Setrengg... Coz disini bukan tempatnya orang yang senag biking Strengg.
Maksud Ane tu kini (Satu Juli Duaribu Sembilan) FLP-Gresik Bikin wadah BIRU, "eH... BARU", yakni Blog Khusus FLPer2 Gresik, supaya bisa tau n ngikutin perkembangan Seputar FLP Gresik dan Sekitarnya, atau bahkan FLP Dunia dan sekitarnya (Mares Dunk..., yang jelas ni sebagai media sekaligus harapan baru untuk lebih maju dan berbenah.
Nah, harapan kami cukum simpel kok..., cuma "BILANG...!!! *SELAMAT...ya*, Ok Browwis"
Makasih Semuanya, Semoga Bermanfaat. Amiiin....
1 komentar
Link ke posting ini
Label: INPO
